Minggu, 19 April 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Warisan Budaya ServWarisan Budaya Serv
Warisan Budaya Serv - Your source for the latest articles and insights
Beranda Berita Cimahi Belum Sepenuhnya Siap Hadapi Ancaman Sesar ...
Berita

Cimahi Belum Sepenuhnya Siap Hadapi Ancaman Sesar Lembang di Depan Mata

Cimahi – Ancaman gempa bumi akibat pergerakan Sesar Lembang yang membentang di wilayah Jawa Barat semakin nyata. Kota Cimahi sebagai salah satu

Cimahi Belum Sepenuhnya Siap Hadapi Ancaman Sesar Lembang di Depan Mata

Cimahi – Ancaman gempa bumi akibat pergerakan Sesar Lembang yang membentang di wilayah Jawa Barat semakin nyata. Kota Cimahi sebagai salah satu daerah yang masuk dalam zona rawan, dinilai belum sepenuhnya siap menghadapi potensi bencana ini. Hal tersebut mengemuka dalam diskusi kebencanaan yang digelar bersama akademisi, BPBD, serta sejumlah komunitas siaga bencana, Senin (26/8/2025).

Ancaman Sesar Lembang

Sesar Lembang merupakan patahan aktif yang membentang sepanjang kurang lebih 29 kilometer dari Bandung hingga ke Lembang. Hasil kajian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa pergerakan sesar ini berpotensi menimbulkan gempa bumi dengan magnitudo cukup besar.

“Kota Cimahi berada di jalur yang sangat dekat dengan Sesar Lembang. Jika sesar ini bergerak, Cimahi akan terkena dampak langsung berupa guncangan kuat dan potensi kerusakan infrastruktur,” ujar Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi BMKG, Daryono, dalam keterangan tertulisnya.

Kesiapsiagaan Belum Maksimal

Meski status ancaman sudah lama diketahui, kesiapan Kota Cimahi masih dinilai terbatas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cimahi mengakui bahwa pihaknya masih terkendala dalam hal sarana, personel, dan literasi kebencanaan masyarakat.

“Belum semua warga memahami jalur evakuasi atau langkah penyelamatan ketika gempa terjadi. Kami akui, sosialisasi masih perlu digencarkan,” ujar Kepala BPBD Cimahi, Hendra Gunawan.

Selain itu, infrastruktur kota yang padat dan pembangunan yang belum sepenuhnya berorientasi pada standar bangunan tahan gempa juga menjadi masalah tersendiri.

Sesar Lembang
Sesar Lembang

Baca juga: DJP Sita Pabrik Pengemplang Pajak di Cimahi!

Perlu Edukasi dan Simulasi

Akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Eko Santosa, menekankan pentingnya mitigasi sejak dini. Menurutnya, edukasi kebencanaan harus masuk ke sekolah-sekolah, lingkungan perumahan, hingga kantor pemerintahan.

“Mitigasi bukan sekadar penyediaan logistik ketika bencana terjadi, tetapi bagaimana kita mempersiapkan masyarakat agar tahu apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah gempa,” ujarnya.

Simulasi gempa dan pelatihan evakuasi massal di tingkat kelurahan juga disebut perlu dilakukan secara berkala agar respons masyarakat lebih cepat dan terukur.

Kolaborasi Semua Pihak

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa pemerintah kota tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan provinsi, pusat, akademisi, hingga komunitas relawan menjadi kunci dalam menghadapi ancaman ini.

“Cimahi ini kota padat penduduk, risikonya tinggi. Karena itu, kita butuh sinergi semua pihak. Mulai dari penataan tata ruang, kesiapan rumah sakit, hingga rencana evakuasi terpadu harus segera dipercepat,” ungkapnya.

Harapan Warga

Di sisi lain, warga berharap pemerintah serius menangani isu ini dan tidak hanya sekadar wacana. “Kami butuh kepastian jalur evakuasi, sirine peringatan dini, dan sosialisasi yang lebih intens. Jangan sampai kita kaget ketika bencana benar-benar datang,” kata Rini, warga Cimahi Tengah.

Kesimpulan

Ancaman pergerakan Sesar Lembang bukan lagi isapan jempol, melainkan potensi nyata yang bisa terjadi kapan saja. Kota Cimahi, dengan segala keterbatasannya, dituntut untuk segera memperkuat kesiapsiagaan. Tanpa langkah konkret, ancaman di depan mata bisa berubah menjadi bencana besar yang memakan korban jiwa dan kerugian material tak terhitung.

Tags: Ancaman lembang Sesar

Baca Juga: Info Hukum